INFO PENTING : Teknis Tes Bimbingan KQ 2015 Klik di sini ===|||=== News Update : Pembagian Kelompok Bimbingan KQ untuk FPMIPA, FPOK, FPEB, FPTK 2013 Klik di sini

Bisik-bisik yang Jadi Berisik dan Nikmat Ukhuwah yang Kian Terusik

Written By keluarga quran upi on Monday, May 7, 2012 | 10:15 PM

“Ada pula hambatan, persis di depan retinamu, ia adalah kesalahan kawan selangkah seperjuangan yang begitu besar terlihat oleh kesombonganmu melebihi besarnya pengorbanan yang telah ia persembahkan bersamamu dalam langkah yang semakin menjauh ini.”

Sebuah kesalahan yang dilakukan oleh seseorang yang selain dari diri kita, disadari atau (pura-pura?) tak disadari terkadang begitu nikmat untuk dijadikan sebagai tema perbincangan. Kita lantas mengambil dalih dalam rangka evaluasi dan perbaikan untuk ke depannya. Perlahan kita berbisik bersama kawan seperjuangan lainnya tentang si fulan yang bersikap begini dan si fulanah yang mengambil keputusan begitu. Tentang si akhi yang sedang khilaf dan si ukhti yang sedang keliru. Tak ada ruang untuk berbaik sangka sebab kita punya dalih bahwa buruk sangkanya kita itu muncul tidak dengan sendirinya alias diundang sendiri oleh yang diburuksangka-i.

Bisikan, ikwhatifillah, betapapun halusnya, jika tentang sebuah kesalahan kawan seperjuangan adalah sembilu yang mampu menusuk dan mengoyak ukhuwah. Periksalah niat kita dalam mengucapkan kata, benarkah ia lahir dari keinginan untuk memperbaiki keadaan atau justru sedang menegaskan kesalahan kawan? Adakah keikhlasan yang kita upayakan saat menyampaikan pilihan-pilihan tentang perbaikan atau malah kita sedang memperlihatkan bahwa kita ini yang paling hebat dan punya beragam solusi untuk setiap permasalahan yang datang menghampiri?

Dalam dakwah dan organisasi dakwah, ada hal yang peting. Namun, ada juga beragam hal yang jauh lebih penting. Ada hal yang mendesak. Namun, tidak sedikit pula hal yang jauh lebih mendesak. Apakah berbisik-bisik tentang kesalahan kawan seperjuangan adalah sebuah kepentingan yang mendesak?

Ikhwatifillah, Andai ketika kita bercermin, kita temukan sebuah wajah yang ternoktah, apakah kita akan memilih untuk buru-buru menghapus noktah dalam cermin dengan cara menggosok-gosok cermin itu? Atau kita banting saja cerminnya sebab telah begitu berani memperlihatkan tampilan wajah yang tidak elok?

Orang-orang yang cerdas tentu akan segera bergegas membasuh muka mereka sebab tahu betul bahwa yang ada pada cermin itu adalah wajahnya. Dan betapa biijak sang Nabi berkata: “Mukmin yang satu adalah cermin bagi mukmin yang lain. Apabila ada aib, maka ia memperbaikinya.” (H.R. Bukhori).

15 April 2012

Al Faqir IlaAllah, Akom Al Azam





 

Memperbaiki Prasangka dengan Mempercantik Keimanan

Written By keluarga quran upi on Friday, April 20, 2012 | 8:59 PM


Sahabat, pernahkah kau duduk termenung dan menakjubi betapa indahnya hidup dengan berbaik sangka? Dengan lembut kau berkata kepada Sang Maha, Robbi, aku tak tahu, apakah ini rahmat ataukah musibah. Aku hanya akan berprasangka baik pada-Mu. Tanpa bimbingan dan pertolongan dari-Mu, mustahil rasanya, bisa melalui hari-hari dengan wajah berseri. Dalam pada itu, bukankah dalam hidupmu selalu ada kejutan yang membahagiakan ketika prasangka baik lebih dominan mewarnai langit harimu?

Sudah pasti begitu: prasangka yang baik tidak akan melahirkan sesuatu, selain kebaikan. Apapun yang terjadi, prasangka yang baik akan melahirkan sikap terbaik dalam merespon kejadian. Pantas saja, jika suatu saat Rasulullah tiba-tiba tertawa kecil dan bertanya pada para sahabat, “Tahukah kalian, kenapa tadi aku tertawa?” Para sahabat yang cantik imannya dan anggun perangainya pun menjawab, “Allahu Wa Rasuluhu A’lam, sungguh, Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih tahu”. Sang teladan kembali berujar dengan wajar berbinar, “Sungguh menakjubkan kehidupan seorang mukmin, apabila ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka sabar menjadi kebaikan bagi dirinya. Dan jika ia dilimpahi bahagia, ia bersyukur, maka syukur menjadi kebaikan bagi dirinya.”

Allahu Akbar, adakah satu detik dari hidup kita yang tidak berharga? Elok nian cara islam mengajarkan kita untuk mengambil sikap pada setiap kejadian. Segalanya adalah kebaikan, sama sekali tak ada kesia-siaan. Tentu, semua itu tak akan berlaku bagi mereka yang tak mau mempercantik iman. Bagi mereka yang buruk rupa imannya, kebahagiaan justru mendatangkan kesombongan sementara musibah mendatangkan kutukan. Tak terbayangkan, betapa kerontangnya jiwa jika hari-hari yang dilalui luput dari usaha untuk mempercantik keimanan.

Sahabat, dalam hidup ini, selalu ada pilihan yang harus kita tentukan. Bahkan sejatinya, ketika kita diam terhadap sebuah pilihan baik atau buruk, hakikatnya, kita telah berada pada salah satu diantara keduanya. Bisa jadi, diam mendatangkan kebaikan. Atau mungkin saja, diam justru mengundang keburukan. Iman yang cantik tentu akan membuat kita lebih dekat pada pilihan yang tepat. Memilih baik atau buruk dalam keadaan yang paling buram. Berada pada posisi tegas memilih atau diam.

Mari kita sama-sama renungkan kembali perjalanan hari-hari kita yang kian membentang, adakah kita di hari akhir mendapat senang atau justru, dengan penuh kesia-siaan berusaha tunggang langgang oleh sebab akan dipanggang? Sangatlah elok jika salah satu hasil dari perenungan kita hari ini berupa komitmen untuk memperbaiki prasangka dan mempercantik keimanan.

Al Faqir IlaAllah, Akom Al Azam

Jadwal Pengelompokan Tahfidz dan Kelas Tahsin-updated 07 Maret

Written By keluarga quran upi on Wednesday, March 7, 2012 | 10:29 AM

Bismillah.
Konnichiwa, minna :D
Setelah banyak sms konfirm jadwal yang 'agak' telat, akhirnya perekapan kelompok selesai juga,^^
jadwal bisa didownload di sini.

Oleh-Oleh Silaturahim Akbar (01 Maret 2012)

Written By keluarga quran upi on Monday, March 5, 2012 | 3:04 PM

Bismillah.
Konnichiwa, Sahabat Keluarga Quran di manapun, angkatan berapapun :D. Hari Kamis kemarin, 01 Maret 2012, kita ngadain Slaturahmi Akbar lho, Alhamdulillah yang datangnya lumayan banyak. Yang nggak datang, dido’akan deh, moga-moga urusannya lancar, n jangan lupa main silaturahmi ke rumah kami yang baru, di sekre UKM BAQI UPI @ PKM Lt.1.
Buat yang nggak datang, kami sediakan slide-slide yang ditampilkan pas Silatbar kemarin, dari Selayang Pandang KQ, Program Kerja KQ, Sistem Tahsin-Tahfidz KQ, dan Susunan Kepengurusan KQ 2012. Buat sahabat, kami bakal blak-blakan deh. :)

Pengisian Jadwal Setoran Hafalan. Deadline : Sabtu, 03 Maret 2012 pukul 15.00

Written By keluarga quran upi on Saturday, March 3, 2012 | 11:03 AM

Bismillahirrahmaanirrahiim
Untuk mereka yang terpilih, yang hanya dengan menyebut asma-Nya, melangkah sebagai pembelajar dan pengajar Al-Quran, sebagai pelindung dan penjaga ayat-ayatNya.

Langsung aja ya ... *speechless mau ngomong apa lagi :D

Di area mading di depan sekre tutorial ada beberapa jadwal yang bisa sahabat pilih, silahkan persiapkan bolpoin, dan tulis nama sahabat di tabel yang jadwalnya cocok dengan kesibukan sahabat (isinya salah satu aja yaa). Baca bismillah dulu ya, jangan lupa! ^^

Penulisan jadwal ini berlangsung mulai JUM’AT, 2 MARET 2012 jam 13.00 hingga SABTU, 3 MARET 2012 jam 15.00 (jadwal langsung dicopot). Jadi pastikan sebelum dicopot, sahabat sudah memiliki jadwal setoran hafalan.

Insya Allah pertemuan efektif akan dimulai hari SENIN, 5 MARET 2012. Minimal sahabat harus memenuhi 12x pertemuan dari 14x pertemuan formal dalam satu semester.

Blog Writer

Followers

 
Copyright © 2011. Keluarga Quran UPI . All Rights Reserved.
Bloggerized by AdScienceBlog
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme | Edited by AdScienceBlog